Mulai belajar membaca kitab-kitab klasik seperti Akhlak lil Banin, Washaya, Syifaul Jinan, Mabadiul Fiqhiyyah dan yang lainnya langsung kepada ayahnya, Kiai Achmad Fathoni dan belajar membaca Al-Quran kepada Kakeknya, K.H. Abdul Aziz Wastari. Pendidikan agama dilanjutkan di beberapa pesantren, yaitu: Pondok Pesantren Dar at Tauhid Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat, Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al-Asy'ariyah Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah, dan Pondok Pesantren Salafiyah Al-Muhsin Nglaren, Condong Catur, Depok, Sleman.
Beliau adalah lulusan S1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Fakultas Syari'ah, Jurusan Perbandingan Madzhab dan Hukum pada tahun 2005. Gelar Magister Pendidikan diperoleh beliau pada tahun 2018 di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Selain mengasuh Pondok Pesantren Barokah Kalimasada beliau juga aktif di berbagai lembaga pendidikan baik formal maupun non formal, seperti: Kepala Madrasah MI Al-Jailani Trimulyo Sleman (2014-2015), Pengajar di SD Nahdlatul Ulama Sleman (2015-2016), Kepala RA Afkaaruna Islamic School (2016-2017), Kepala MI Afkaaruna Islamic School (2017-2018), Kepala MI dan MTS TechnoNatura Jogja (2020-sekarang), Direktur Madrasah di Pondok Pesantren Roudlotush Sholihin Sleman (2023-Sekarang).
Adapun kiprah beliau pada pendidikan Non Formal adalah sebagai berikut: Kepala MDT Pamaba Mundu Catur Tunggal, Depok Sleman (2012-2016), Mendirikan Lembaga Pendidikan Pengajar Al-Quran (LPPA) Al-Mujawwidin (2022-Sekarang), Menjadi ketua bidang pendidikan & pelatihan di Lajnah Muroqqobah Yanbua (LMY) Sleman (2023-Sekarang), dan Ketua PC RMI NU Kabupaten Sleman (Masa Khidmah 2022-2026).